Kawan-kawan saia di SMA sebagian besar telah lulus dari kampus-kampusnya
Sepupu saia pun sudah sejak tahun lalu lulus
Mereka, terutama yang Sarjana Tekhnik kebanyakan mengincar perusahaan perminyakan asing
alasannya, pendapatan yang di terima jauh lebih besar dan pengembangan potrensinya lebik baik
Namun, banyak sekali teman-teman yang bekerja di perusahaan asing tadi
Exxon, Total, Medco, dsb.
Mereka, orang pintar, yang sudah saia saksikan kepintarannya di bangku SMA
Mereka aset negara kita untuk menjadi lebih baik,
namun, kini mereka bekerja dan mengembangkan negara lain
dengan gaji Dollar, tentu lebih menggiurkan.
Namun, bekerja bukan hanya semata-mata mencari uang
Bekerja juga memenuhi idealisme kita
Memajukan bangsa ini, mengangkat dari keterpurukan.
Wahai pemimpin bangsa, sampai kapan kalian membiarkan aset bangsa ini
terbang ke negeri asing…
mereka besar di Indonesia, menuntut ilmu di Indonesia
namun setelah matang, mereka di ambil negara lain
semoga, kita bisa mencarikan solusi untuk bangsa ini.
Mereka benar, materi jadi salah satu tujuan hidup kita
namun, seperti kata Umar bin Khattab
” Ya Allah, jangan jadikan dunia ini ada di hatiku, namun jadikan dunia ini dalam genggaman tanganku”
Teman-teman banyak yang di terima di Exxon, Total, Medco
Namun, saia ada di antara senang dan sedih
Senang karena kawan bisa bekerja dengan penghasilan yang wah
Sedih karena mereka bekerja di perusahaan asing
Yang bisa jadi, banyak yang merampok kekayaan alam kita dengan rakusnya
Sepupuku, bercita-cita masuk Freeport
Astaghfirullah, itu kan yang menipu Indonesia dengan perjanjian paling merugikan Indonesia
Tambang Emas dan Tembaga, namun bagi hasil dengan Indeonesia sesuai harga Tembaga
Alhamduillah, dia sekarang di Pertamina, walau saia rasa Pertamina belum adil terhadap rakyat, setidaknya dia nggak kerja di perusahaan asing yang jelas-jelas merugikan negara kita.